14 November 2012

Bahaya Sifat Riya


By on Wednesday, November 14, 2012

Bismillah alhamdulillah washshalaatu wassalaamu ‘ala rasulillah.

Riya yang dimaksud bukanlah sebuah nama, melainkan salah satu sifat yang sangat dibenci Allah serta termasuk dalam kategori perbuatan yang mempersekutukan Allah azza wa jalla. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:  “Sesungguhnya riya adalah syirik yang kecil. “(HR. Ahmad dan Al Hakim)

Perlu kita ketahui bahwa riya adalah sifat yang sangat dibenci Allah yang sering kali tidak sadari ada dalam hati kita. Allah SWT berfirman “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat karena riya” (Al Maa’uun 4-6)

Seseorang dapat dikatakan riya bila ia beribadah dengan tujuan agar mendapatkan diperhatikan dan mendapat pujian dari orang lain. Riya merupakan perbuatan dosa yang harus dihindari, karena dapat menghilangkan amal ibadah yang. Mengenai ini Rasulullah SAW bersabda, bahwasanya “Riya membuat amal sia-sia sebagaimana syirik.” (HR. Ar-Rabii’). Perbuatan riya dapat dianalogikan dengan seseorang yang membawa ember bocor berisi air, air di dalamnya akan terus keluar hingga habis tanpa sisa.


Ciri-ciri Perbuatan Riya

Rasulullah SAW menjelaskan tentang ciri-ciri orang yang ria, yaitu :
“Orang yang riya berciri tiga, yakni apabila di hadapan orang dia giat tapi bila sendirian dia malas, dan selalu ingin mendapat pujian dalam segala urusan. Sedangkan orang munafik ada tiga tanda yakni apabila berbicara bohong, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat.” (HR. Ibnu Babawih).

Bentuk-bentuk perbuatan Riya bila dilihat dari sisi niatnya, misalnya: beribadah  dengan niat untuk memikat hati orang lain saja. Contohnya adalah seorang suami yang shalat dengan bacaan yang panjang dengan tujuan agar mendapat pujian dari mertuanya. Riya seperti ini adalah yang paling buruk.

Perbuatan riya bila dilihat dari sisi amal, misalnya : seorang yang mengucapkan syahadat, tetapi tidak meyakini dan tidak mau mengamalkan kandungan dari syahadat; seorang yang berzakat atau bersedekah lantaran takut dibilang pelit; seorang yang membaguskan gerakan shalatnya ketika dilihat orang lain; seorang yang datang shalat di awal waktu agar dianggap shaleh.

Perbuatan riya bila dilihat dari sisi amal/citra yang ditonjolkan menurut  Imam  Al-Ghazali dapat dibagi atas lima kategori, yaitu:
  
  • Riya dalam masalah agama dengan penampilan jasmani, misalnya memperlihatkan badan yang kurus dan pucat agar disangka banyak puasa dan shalat tahajud;
  • Riya dalam penampilan tubuh dan pakaian, misalnya memakai baju koko agar disangka shaleh atau memperlihatkan tanda hitam di dahi agar disangka rajin sholat.
  • Riya dalam perkataan, misalnya orang yang selalu bicara keagamaan agar disangka ahli agama.
  • Riya dalam perbuatan, misalnya orang yang sengaja memperbanyak shalat sunnah di hadapan orang banyak agar disangka orang sholeh. Atau seseorang yang pergi berhaji/umroh untuk memperbaiki citranya di masyarakat.
  • Riya dalam persahabatan, misalnya orang yang sengaja mengikuti ustadz ke manapun beliau pergi agar disangka ia termasuk orang alim.
Saudaraku, jangan biarkan pahala ibadah-ibadah yang telah sulit kita kumpulkan hilang tanpa arti dan berbuah keburukkan lantaran masih ada riya di hati kita. Allah SWT mengingatkan dalam firmannya:

“Janganlah kalian menghilangkan pahala shadaqah kalian dengan menyebut-nyebutnya atau menyakiti (perasaan si penerima) seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak berimana kepada Allah dan hari kemudian.” (Al-Baqarah: 264)

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat karena riya” (Al Maa’uun 4-6)

Marilah kita periksa hati kita. Jangan biarkan ada sifat riya dalam setiap ibadah-ibadah kita. Jangan sampai karena ingin mendapatkan pujian dari orang lain, amal kita menjadi sia-sia di mata Allah. Saudaraku, janganlah tukar kenikmatan kekal di syurga dengan recehan dunia yang fana!. Marilah, mulai saat ini kita luruskan kembali setiap niat semata-mata hanya karena Allah saja, hanya bagi ridho-Nya saja. Tidak bagi yang lain. [MAK]

About Syed Faizan Ali

Faizan is a 17 year old young guy who is blessed with the art of Blogging,He love to Blog day in and day out,He is a Website Designer and a Certified Graphics Designer.

0 comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan bijak, tapi jangan spam !