11 November 2009

Filled Under:

Yusuf Al-Qardhawi - Qardhawi Center Menebarkan Islam Moderat

Pascaperistiwa 11 September 2001, Islam menghadapi tantangan yang begitu berat. Stereotip Islam sebagai agama yang mengajarkan kekerasan tumbuh begitu subur di dunia Barat. Guna mematahkan stereotip itu, di Doha, Qatar, telah berdiri sebuah pusat keislaman yang berupaya memperkenalkan ajaran Islam yang toleran dan penuh kedamaian kepada dunia Barat.

Pusat keislaman itu bernama Qardhawi Center--menggunakan nama ulama terkemuka di dunia--Syekh Yusuf Al-Qardhawi. Bagi umat Islam, nama Syekh Qardhawi begitu familier. Ia adalah presiden Persatuan Ulama Muslim Internasional. Qardhawi Center secara resmi mulai berkiprah sejak 6 September 2009 lalu.

''Alasan utama pendirian Qardhawi Center ini karena kita telah terganggu oleh bahaya ekstremisme dan pencemaran nama baik Islam,'' ujar Muhammad Ahmad, direktur Qardhawi Center for Islamic Moderation and Renewal. Menurut Ahmad, stigma buruk terhadap Islam tak hanya terjadi di dunia Barat, tapi di seluruh penjuru dunia.

Sejatinya, Qardhawi Center didirikan oleh Syeikha Mozah binti Nasser, istri penguasa Qatar. Ia mendirikan lembaga keislaman itu untuk memperkenalkan kepada dunia barat tentang wajah Islam yang sebenarnya. Pada 2011 mendatang, pusat keislaman itu akan menggelar konferensi internasional tentang moderasi, yang akan dihadiri para tokoh lintas agama.

''Atmosfer di Qatar sangat positif untuk menjembatani kesenjangan antara dunia Muslim dan Barat,'' papar Ahmad menjelaskan. Menurut dia, ''Qatar sangat terbuka bagi negara lain di seluruh dunia. Selain akan mengenalkan wajah Islam yang sesungguhnya kepada dunia Barat, Qardhawi Center juga bakal memperjuangkan hak-hak kaum wanita.''
Tak cuma itu, pusat keislaman itu juga akan berjuang untuk meluruskan kesalahanpahaman tentang status perempuan di dalam Islam. Dunia Barat kerap menyebut Islam merendahkan dan mendiskriminasikan perempuan. Padahal, Islam adalah agama yang menghormati dan memuliakan kaum wanita. ''Kami harus memberdayakan peran wanita Muslim untuk memberi mereka hak politik dan demokrasi yang sepenuhnya,'' tutur Ahmad.

Islam Moderat
Qardhawi Center pun memiliki misi untuk menebarkan ajaran Islam yang moderat kepada seluruh dunia. ''Kebangkitan Islam dan pembaruan pemikiran adalah semacam reaksi terhadap dunia modern," cetus Ahmad. Menurut dia, umat Islam harus memikirkan kembali dan mengubah bentuk sebagian ajaran Islam agar sesuai dengan perkembangan dunia modern.

Syekh Qardhawi merupakan salah satu ulama paling berpengaruh di dunia. Ia dikenal memiliki pandangan-pandangan yang moderat. Pendapat dan fatwanya dihormati umat Muslim di seluruh dunia. Ia dipercaya menjadi ketua Dewan Eropa untuk Fatwa dan Penelitian, ia juga menjabat sebagai wali pada Pusat Studi Islam Universitas Oxford.

Sederet judul buku yang telah ditulis Syekh Qardhawi menjadi pegangan para ulama, pemikir, dan umat Islam di hampir seluruh dunia. Ia adalah ulama yang antikekerasan. Syekh Qardhawi mengutuk keras setiap aksi terorisme yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Peristiwa 9/11, pengeboman di Madrid, London, serta Bali.

Syekh Qardhawi juga mengecam serangan di negara-negara Arab, termasuk pengeboman kantor PBB di ibu kota Aljazair. Mantan Wali Kota London, Ken Livingstone, menggambarkan sosok Syekh Qardhawi sebagai seorang ''pemimpin progresif Muslim''. Popularitas dan karismanya kerap disamakan dengan Paus John XXIII. iol/taq/Republika/Arya

0 comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan bijak, tapi jangan spam !